Phillipe Croizon kehilangan kaki dan tangannya pada 1994 akibat tersengat listrik 20 ribu volt. Kecelakaan itu terjadi saat ia berupaya memperbaiki letak antena TV di atap rumahnya. Tanpa sengaja ia saat itu menyentuh kabel listrik dan terpental jatuh. Sayang, tetangganya baru melihat dia 20 menit kemudian dan ia segera dilarikan ke RS. Karena kondisinya parah, tangan dan kakinya diamputasi. Tangan kirinya dipotong di atas siku, tangan kanannya di bawah siku, dan kedua kakinya di atas lutut.
Awalnya Phillippe sempat putus asa. Namun saat dirawat di RS, ia melihat film dokumenter tentang seorang perenang wanita yang menyeberangi selat Inggris. Hal itu mengilhaminya. Semangatnya tumbuh kembali. Setelah sembuh, ia berlatih renang di laut dekat La Rochelle 5 jam sehari, didampingi oleh polisi Angkatan Laut Prancis. Orang-orang yang melihat usahanya yang gigih sangat tersentuh dan memberi surat dukungan, termasuk para politisi dan Presiden Prancis saat itu, Nicolas Sarkozy. Setelah menunggu dua tahun, pada 19 September 2010 lalu, Phillippe akhirnya mewujudkan impiannya. Ia memulai aksinya dari Folkestone, selatan Inggris, pukul 8.00 pagi. Setelah berenang 13,5 jam dan menempuh jarak 35 km, ia berhasil mencapai pantai dekat Wissant, Prancis, menjelang pukul 21.30. Jauh lebih cepat dari perkiraan orang-orang. Dengan keberhasilannya itu, Phillippe menjadi orang pertama dengan kaki tangan teramputasi yang berhasil menyeberangi selat Inggris.
Cuaca yang bagus mendukung aksi Phillippe. Selain itu, ia mendapat bantuan dari 3 lumba-lumba yang melintas. Mamalia yang cerdas itu melindunginya selama berenang. Setibanya di tujuan dia ditelepon oleh Nadine Morano, menteri keluarga Prancis, yang memuji aksinya yang luar biasa. Sekalipun telah mengukir prestasi yang luar biasa, Phillippe tidak merasa puas diri, ia masih punya ambisi untuk berenang jarak jauh melintasi Eropa dan Afrika.
Film yang mengilhami
Kecelakaan seringkali terjadi tanpa terduga dan mengubah segala-galanya dalam hidup kita. Phillippe yang dulunya sehat dan normal harus kehilangan kedua kaki dan tangannya karena tersengat listrik tegangan tinggi. Hal itu sempat membuatnya frustasi. Namun syukur, semangatnya bangkit lagi ketika melihat film dokumenter yang inspiratif. Film itu mengilhami dia untuk melakukan hal-hal yang tampaknya mustahil bagi orang dengan kaki dan tangan teramputasi.
- 20.03
- 4 Comments














